Return to BahaiPrayers.net
Facebook
Kemuliaan bagi-Mu, ya Rabi Tuhanku! Janganlah merendahkan dia yang telah Engkau luhurkan dengan kekuasaan kedaulatan-Mu yang abadi, dan jangan- lah dia yang telah Engkau izinkan untuk memasuki kemah keabadian-Mu, dijauhkan dari Engkau. Apakah Engkau akan menyisihkan dia, ya Tuhanku, yang telah Engkau lindungi dengan Ketuhanan-Mu, dan apakah Engkau akan menjauhkan dari-Mu, ya Hasratku, dia yang baginya Engkau menjadi perlindungan?
Dapatkah Engkau menghinakan dia yang telah Engkau muliakan atau melupakan dia yang telah Engkau beri kesanggupan untuk mengingat-Mu? Dimuliakanlah Engkau sebesar-besarnya! Engkau adalah Dia yang untuk selama-lamanya menjadi Raja seluruh alam ciptaan dan Penggerak Utamanya, dan Engkau akan tetap selama-lamanya menjadi Tuhan segala makhluk dan menjadi pula Pengatur mereka. Dimuliakanlah Engkau, ya Tuhanku! Jika Engkau tidak lagi mengasihani hamba-hamba-Mu, lalu siapakah yang akan menunjukkan kasih sayang pada mereka? Dan jikalau Engkau menolak untuk menolong para kekasih- Mu, siapakah yang dapat menolong mereka?
Dimuliakanlah, dimuliakanlah Engkau setinggi- tingginya! Engkau dipuja karena hakikat-Mu dan sesungguhnya, kami semua menyembah Dikau; dan Engkaulah nyata dalam keadilan-Mu, dan sesungguh- nya, kami semua naik saksi pada-Mu. Sesungguhnya, Engkau dicintai karena rahmat-Mu. Tiada Tuhan kecuali Engkau, Penolong Dalam Bahaya, Yang Berdiri Sendiri.
"Kematian itu memberikan kepada setiap mukmin yang yakin cawan kehidupan sejati... kematian memberikan hadiah kehidupan abadi". - Bahá’u’lláh
"Diberkatilah roh itu yang pada saat ia terpisah dari tubuhnya, tersucikan dari khayalan-khayalan orang-orang di dunia. Roh yang demikian itu, hidup dan bergerak sesuai dengan Kehendak penciptanya dan memasuki firdaus yang maha tinggi. Bidadari-Bidadari surga, para penghuni istana terluhur akan berkeliling disekitarnya dan rasul-rasul Tuhan dan orang- orang pilihannya akan mencari pergaulan dengan dia ...Jika seseorang diceritai hal-hal yang telah ditakdirkan bagi roh yang demikian itu di alam-alam Tuhan, ...seluruh wujudnya saat itu juga akan menyala karena kerinduannya untuk mencapai kedudukan yang terluhur, suci dan gemilang itu. ...Keadaan roh setelah mati tidak dapat dilukiskan, tak pula diizinkan dan layak untuk dibukakan seluruh sifatnya kepada mata manusia." - Bahá’u’lláh
"...Janganlah berputus asa, janganlah merana, janganlah mengeluh, dan jangan pula meratap atau menangis karena kegelisahan dan kesedihan mempengaruhi arwahnya di alam Ilahi...".
‘Abdu’l-Bahá
- Bahá'u'lláh