Return to BahaiPrayers.net
Facebook
"Sembahyang untuk mayat hanyalah satu-satunya Sembahyang wajib Bahá’í yang dilakukan dengan berjamaah, diucapkan oleh seorang mukmin, sedangkan semua yang hadir berdiri diam. Hazrat Bahá’u’lláh telah menerangkan bahwa Salát Jenazah hanya diperlukan bila yang meninggal itu seorang dewasa, dan Sembahyang ini harus dibaca sebelum penguburan jenazah. Tidak wajib menghadap ke Kiblat ketika membaca Sembahyang ini." [Penjelasan dari Kitab-i-Aqdas catatan No 10]
Ya Tuhanku! Inilah hamba-Mu dan putra hamba- Mu yang telah percaya pada-Mu dan pada tanda-tanda- Mu, dan telah menghadapkan wajahnya pada-Mu, terlepas sama sekali dari segala sesuatu kecuali Engkau. Sesungguhnya, Engkaulah yang paling Penyayang dari semua penyayang. Perlakukanlah dia, ya Engkau yang mengampuni dosa-dosa manusia dan menyembunyikan kesalahan-kesalahan manusia, sebagaimana layak bagi langit kedermawanan-Mu dan samudera rahmat-Mu. Izinkanlah dia memasuki lingkungan rahmat-Mu yang luhur yang mendahului berdirinya bumi dan langit. Tiada Tuhan melainkan Engkau, Yang Maha Pengampun, Yang Maha Dermawan.
Kemudian harus mengucapkan enam kali takbir Alláh’u’Abhá, dan setelah setiap ucapan Alláh’u’Abhá, tiap ayat berikut ini diulang sembilan belas kali :
Sesungguhnya, kami semua menyembah Tuhan.
Sesungguhnya, kami semua bersujud dihadapan Tuhan.
Sesungguhnya, kami semua berbakti kepada Tuhan. Sesungguhnya, kami semua memuji Tuhan.
Sesungguhnya, kami semua bersyukur kepada Tuhan.
Sesungguhnya, kami semua bersabar demi Tuhan.
[Jika yang meninggal itu seorang perempuan, hendak lah dikatakan: Ya Tuhanku! Inilah hamba Wanita-Mu dan putri hamba wanita-Mu dan seterusnya...]
Ayat-ayat ini yang merupakan bagian dari Sembahyang Jenazah terdiri dari ucapan Alláh’u’Abhá (Tuhan Yang Maha Mulia) enam kali, setiap kali masing-masing diikuti oleh sembilan belas pengulangan satu dari enam ayat yang khusus diwahyukan. - (Penjelasan dari Kitab-i-Aqdas, catatan No.11)
- Bahá'u'lláh