Return to BahaiPrayers.net
Facebook
Ialah Tuhan!
Ya Tuhan yang tiada banding tara-Nya! Dalam kearifan-Mu yang maha kuasa, Engkau telah memerintahkan perkawinan kepada manusia, supaya keturunan-keturunan manusia saling susul menyusul dalam dunia fana ini, dan supaya senantiasa selama dunia ini ada, mereka dapat menyibukkan diri di Ambang Pintu ketunggalan-Mu dengan pengabdian dan penyembahan, dengan pujaan dan pujian.
"Tiadalah Aku menjadikan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah Daku".1 Karena itu, kawinkanlah oleh-Mu di langit rahmat-Mu, kedua burung ini dari sarang kasih-Mu dan jadikanlah mereka alat untuk menarik kurnia abadi; supaya dari perpaduan kedua laut kasih ini, gelombang kelembutan akan bergelora dan melemparkan mutiara-mutiara berupa keturunan yang suci murni di pantai kehidupan. "Telah dilepaskan oleh-Nya kedua laut itu supaya saling bertemu: Antara kedua laut itu ada pembatas yang tak mereka langkahi. Maka rahmat Tuhan yang manakah yang kamu dustakan? Dari kedua laut itu keluar mutiara besar maupun kecil".2
Ya Tuhan Yang Penyayang! Jadikanlah perkawinan ini melahirkan mutiara dan ratna. Sesungguhnya, Engkaulah Yang Maha Kuasa, Yang Maha Besar, Yang Maha Pengampun, Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.
1 Al-Quran 51:56
2 Al-Quran 55:19-22
"Perkawinan Bahá’í adalah perjanjian antara kedua belah pihak, dan saling kasih sayang satu sama lain. Akan tetapi masing-masing harus memperhatikan dengan sangat agar benar-benar mengenal sifat-sifat satu sama lain, sehingga perjanjian yang mengikat mereka dapat menjadi suatu ikatan yang akan berlangsung untuk selama-lamanya. Tujuan mereka harus sebagai berikut: Menjadi kawan dan sahabat yang saling mencintai dan bersatu untuk selama-lamanya....
Perkawinan sejati umat Bahá’í adalah bahwa suami dan istri harus bersatu baik secara lahiriah maupun secara rohaniah, sehingga mereka selalu memperbaiki kehidupan rohani satu sama lain dan dapat menikmati kesatuan abadi di seluruh alam-alam Tuhan, inilah perkawinan Bahá’í". - ‘Abdu’l-Bahá
- `Abdu'l-Bahá