Return to BahaiPrayers.net
Facebook
LOH AHMAD
[...Loh ini telah dianugerahi oleh Hazrat Bahá’u’lláh dengan kekuatan dan makna yang istimewa...]
IA RAJA, YANG MAHA TAHU, YANG MAHA ARIF!
Lihatlah, Bulbul Firdaus menyanyi di atas ranting-ranting Pohon Baka, dengan lagu-lagu yang suci dan merdu, menyatakan kepada mereka yang ikhlas, kabar gembira tentang kedekatan Tuhan, memanggil para mukmin dalam Persatuan Ilahi, untuk memasuki istana Kehadiran dari Yang Maha Dermawan, memberitakan kepada mereka yang monqate tentang kabar yang diwahyukan oleh Tuhan, Sang Raja, Yang Maha Mulia, Yang Tiada Banding Taranya, membimbing para kekasih ke arah takhta kesucian dan ke arah Keindahan yang gilang-gemilang ini.
Sesungguhnya, inilah Keindahan Maha Raya, yang diramalkan dalam Kitab-kitab para Rasul, melaluinya kebenaran akan dibedakan dari kesalahan dan kearifan setiap firman akan diuji. Sesungguhnya, Ia Pohon Hayat yang menghasilkan buah-buahan Tuhan, Yang Maha Luhur, Yang Maha Kuasa, Yang Maha Besar.
Wahai Ahmad! Naik saksilah bahwa sesungguhnya, Ia Tuhan, dan tiada Tuhan melainkan Dia, Sang Raja, Pelindung, Yang Tiada Banding Tara-nya, Yang Maha Kuasa. Dan bahwasannya Ia yang telah diutus-Nya dengan nama Ali adalah yang benar dari Tuhan, dan kita semua tunduk pada perintah-perintah-Nya.
Katakanlah: Wahai orang-orang, taatilah perintah- perintah Tuhan, yang telah ditetapkan dalam Bayan oleh Sang Maha Jaya, Yang Maha Arif. Sesungguhnya, Ia Raja para Rasul dan Kitab-Nya adalah Kitab Induk, seandainya kamu termasuk bilangan mereka yang mengetahui.
Demikianlah Burung Bulbul memperingatkan kamu dari penjara ini. Ia seharusnyalah menyampaikan amanat yang jelas ini. Barangsiapa yang menghendaki, biarlah ia berpaling dari nasihat ini, dan barangsiapa yang menghendaki biarlah ia memilih jalan ke arah Tuhannya.
Wahai orang-orang, jika kamu mengingkari ayat-ayat ini, dengan bukti apakah kamu telah beriman kepada Tuhan? Tunjukkanlah, wahai kaum yang palsu.
Tidak, demi Dia yang dalam tangan-Nya tergenggam jiwaku, mereka tak mampu dan tak pernah akan sanggup berbuat demikian, meskipun mereka itu bersatu untuk saling membantu.
Wahai Ahmad! Janganlah kamu melupakan kurnia-kurnia-Ku tatkala Aku tidak ada. Ingatlah pada hari-hari-Ku selama hari-harimu, dan kesedihan serta pembuangan-Ku dalam penjara yang terpencil ini. Dan berpeganglah dalam cinta kasih-Ku sedemikian teguhnya, sehingga kalbumu tak akan goyah, meskipun pedang-pedang musuh menghujani dirimu dan seluruh langit dan bumi bangkit melawan kamu.
Jadilah kamu laksana nyala api bagi musuh-musuh- Ku dan sungai kehidupan kekal bagi kekasih-kekasih-Ku dan janganlah termasuk mereka yang ragu-ragu.
Dan jikalau kamu ditimpa kesedihan di jalan-Ku, atau dihina demi Aku, janganlah khawatir karena-nya. Tawakallah pada Tuhan, Tuhanmu, dan Tuhan nenek moyangmu. Sebab orang-orang itu sedang mengembara di jalan-jalan khayalan, pandangannya kabur untuk melihat Tuhan dengan mata mereka sendiri atau mendengarkan nyanyian-Nya dengan telinga mereka sendiri. Demikianlah Kami menemukan mereka itu, sebagaimana kamu saksikan pula.
Dengan demikian ketakhayulan mereka menjadi tabir-tabir antara mereka dan kalbu-kalbu mereka sendiri dan menghalangi mereka dari jalan Tuhan, Yang Maha Luhur, Yang Maha Agung.
Yakinlah kamu dalam hatimu sendiri, bahwa sesungguhnya, barangsiapa yang berpaling dari Keindahan ini, telah pula berpaling dari para Rasul pada masa lampau dan menunjukkan kecongkakannya kepada Tuhan dari awal yang tak berpermulaan sampai akhir yang tak ada habisnya.
Pelajarilah baik-baik Loh ini, wahai Ahmad. Nyanyikanlah selama hari-harimu dan janganlah berpaling daripadanya. Karena sesungguhnya, Tuhan telah menetapkan bagi dia yang membacanya, ganjaran seratus orang syahid dan ibadah di dalam kedua alam. Karunia ini Kami limpahkan kepadamu sebagai anugerah dari pihak Kami dan rahmat dari kehadiran Kami, supaya kamu ter-masuk mereka yang berterima kasih.
Demi Tuhan! Barangsiapa yang berada dalam kesusahan atau kesengsaraan membaca Loh ini dengan ketulusan yang mutlak, Tuhan akan melenyapkan kesedihannya, memecahkan kesulitan- nya dan menghalaukan kesengsaraannya.
Sesungguhnya, Ia Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Pujian bagi Tuhan, Raja sekalian alam.
Sifat orang yang telah lepas dari segala keduniawian.
Hazrat Báb
- Bahá'u'lláh