Return to BahaiPrayers.net   Facebook

Loh Ridwan

Musim semi Ilahi telah datang, wahai Pena Yang Maha Luhur, karena Perayaan Yang Maha Pengasih

mendekat dengan cepat. Gerakkanlah dirimu dan muliakanlah nama Tuhan dihadapan seluruh ciptaan, dan rayakanlah pujian-Nya, sedemikian rupa sehingga segala sesuatu yang diciptakan dapat dihidupkan kembali dan diperbarui. Ber-bicaralah, dan janganlah diam saja. Surya kebahagiaan bersinar di atas ufuk nama Kami, Sang Bahagia, karena kerajaan nama Tuhan telah dihiasi dengan perhiasan nama Tuhanmu, Pencipta semua langit. Bangkitlah dihadapan bangsa- bangsa di dunia ini dan persenjatailah dirimu dengan kekuasaan Nama Yang Terbesar ini, dan janganlah termasuk bilangan mereka yang ragu-ragu.

Kulihat bahwa engkau telah berhenti dan tak bergerak pada Loh-Ku. Apakah kecemerlangan Wajah Ilahi telah membingungkan engkau, ataukah omong kosong dari orang-orang yang keras kepala memenuhi engkau dengan kesedihan dan melumpuhkan gerakanmu? Berhati-hatilah, jangan sampai apa pun menghalangi engkau dari menjunjung tinggi kebesaran Hari ini, yaitu Hari di mana Jari kebesaran dan kekuasaan telah membuka segel Anggur Perjumpaan Kembali, dan memanggil semua yang ada di langit dan di bumi. Apakah engkau lebih suka menunggu-nunggu bila angin yang mengumumkan Hari Tuhan telah menghembus kepada-mu, ataukah engkau termasuk bilangan mereka yang seakan-akan terselubung oleh suatu tabir daripada-Nya?

Ya Tuhan segala nama dan Pencipta langit, tak ada tabir apa pun yang telah Aku izinkan untuk menutupi daku dari pengenalan kemuliaan Hari-Mu, yaitu Hari yang bagaikan lampu bimbingan bagi seluruh dunia, dan tanda Kepurbaan Hari-hari bagi semua yang tinggal di dalamnya. Aku terdiam karena tabir-tabir yang telah membutakan mata makhluk-makhluk-Mu terhadap-Mu, dan kebisuanku disebabkan oleh rintangan-rintangan yang telah menghalangi umat-Mu dari mengenali kebenaran-Mu. Engkau mengetahui apa yang ada padaku, namun aku tak tahu apa yang ada pada-Mu. Engkau adalah Yang Maha Tahu, Yang Maha Mengetahui. Demi nama-Mu yang melebihi semua nama! Jika perintah-Mu yang menentukan dan serba memaksa mencapai daku, ia akan menguasakan daku untuk menghidupkan kembali jiwa-jiwa semua orang melalui Firman-Mu yang maha luhur, yang telah kudengar diucapkan oleh Lidah kekuasaan-Mu dalam Kerajaan kemuliaan-Mu. Ia akan memberi kesanggupan kepadaku untuk mengumumkan penjelmaan wajah-Mu yang gemilang, yang karenanya, apa yang tersembunyi dari mata manusia telah dinyatakan dalam nama-Mu, Yang Nyata, Pelindung Yang Berkuasa, Yang Berdiri Sendiri.

Wahai Pena, dapatkah engkau menemukan se- seorang selain Daku pada Hari ini? Bagaimanakah tentang nama-nama dan kerajaan mereka? Kemanakah perginya segala sesuatu yang diciptakan, baik yang terlihat maupun yang gaib? Bagaimanakah tentang rahasia-rahasia yang tersembunyi dari alam semesta dan penjelmaan penjelmaannya? Lihatlah, seluruh ciptaan telah lenyap! Tak ada yang ketinggalan kecuali Wajah-Ku, Yang Maha Abadi, Yang Maha Gemilang, Yang Maha Mulia.

Inilah Hari di mana tak ada sesuatu pun yang dapat dilihat kecuali kegemilangan Cahaya yang bersinar dari wajah Tuhan-Mu, Yang Maha Pengasih, Yang Maha Dermawan. Sesungguhnya, Kami telah menyebabkan setiap jiwa mati karena kekuatan kekuasaan Kami yang tak dapat ditahan dan yang serba menaklukkan. Kemudian, Kami telah mewujudkan suatu ciptaan baru, sebagai tanda rahmat Kami kepada manusia. Sesungguhnya, Akulah Yang Maha Dermawan, Kepurbaan Hari-hari.

Inilah Hari di mana dunia gaib berteriak: "Besarlah rahmat-Mu, wahai bumi karena engkau telah dijadikan injakan kaki Tuhanmu, dan telah dipilih sebagai singgasana-Nya yang maha besar". Alam kemuliaan menyatakan: "Semoga hidupku dapat dijadikan korban bagimu, karena Ia, Kekasih Yang Maha Pengasih telah mendirikan kedaulatan-Nya di atasmu, melalui kekuasaan Nama-Nya yang telah dijanjikan kepada segala sesuatu, baik pada waktu lampau maupun yang akan datang". Inilah Hari di mana setiap benda yang wangi telah memperoleh anginnya dari bau jubah-Ku yang telah mencurahkan wanginya pada seluruh ciptaan. Inilah Hari di mana air kehidupan kekal telah mengalir dengan deras dari Kemauan Yang Maha Pengasih. Bersegeralah engkau sekalian dengan hati dan jiwa-Mu, dan teguklah sepuas-puasnya olehmu, wahai Penghuni alam-alam nan tinggi!

Katakanlah: Ialah yang menjadi Perwujudan Dia Yang Tak Dapat Diketahui, Yang Gaib dari Semua Yang Gaib, jika engkau sudi memahaminya. Dialah yang telah membuka di depan-Mu Permata yang tersembunyi dan berharga, jika engkau berusaha mencarinya. Dialah yang menjadi Kekasih segala sesuatu, baik di masa lampau maupun di masa yang akan datang. Semoga engkau memusatkan hati dan harapan-harapanmu kepada Dia!

Kami telah mendengar suara permohonanmu, wahai Pena, dan memaafkan kediamanmu. Apakah gerangan yang sangat membingungkan engkau?

Kemabukan kehadiran-Mu, ya Sang Kekasih seluruh dunia, telah menguasai dan memiliki daku.

Bangkitlah dan umumkanlah kepada seluruh ciptaan kabar gembira bahwa Ia Yang Maha Pengasih telah mengarahkanlangkah-langkah-Nyamenujuke Ridwan dan memasukinya. Maka bimbinglah orang-orang ke taman kenikmatan yang telah Tuhan jadikan takhta Firdaus-Nya. Kami telah memilih engkau menjadi Terompet yang maha kuasa yang tiupannya akan menandakan kebangkitan seluruh umat manusia.

Katakanlah: Inilah Firdaus, yang di atas daun-daunnya telah dicap kesaksian oleh anggur ucapan: "Ia yang tersembunyi dari mata manusia telah dinyatakan, dengan kekuasaan dan kekuatan!" Inilah Firdaus, di mana gemersiknya daun-daun mengumumkan: "Wahai engkau sekalian yang menghuni langit dan bumi! Telah muncullah apa yang sebelumnya tak pernah muncul. Ia yang sejak semula telah menyembunyikan Wajah-Nya dari pandangan alam ciptaan, kini telah datang". Dari bisikan angin sepoi yang meniup di tengah-tengah cabang-cabangnya, datanglah seruan: "Ia, Raja yang berkuasa atas semua, telah dijelmakan; Kerajaan adalah kepunyaan Tuhan". Sedangkan dari airnya yang mengalir dapat terdengar bisikan: "Semua mata digembirakan karena Ia yang tak seorang pun melihat, yang rahasia-Nya tak seorangpun menemukan, telah mengangkat tabir kemuliaan, dan membuka wajah Keindahan".

Di dalam Firdaus ini, dan dari ketinggian-ketinggian bilik-biliknya yang luhur, Bidadari-bidadari Surgawi telah berteriak dan berseru: "Bersukacitalah engkau para penghuni alam-alam yang tinggi, karena atas nama Yang Maha Mulia, jari-jari Dia yakni Kepurbaan Hari- hari sedang menderingkan Lonceng Yang Maha Besar di tengah-tengah inti langit. Tangan-tangan rahmat telah menghidangkan cawan kehidupan abadi. Dekatilah, dan teguklah olehmu sepuas-puasnya. Minumlah dengan perasa-an sehat, wahai engkau, penjelmaan-penjelmaan kerinduan, engkau sumber- sumber keinginan yang mesra!"

Inilah Hari di mana Ia Pewahyu nama-nama Tuhan telah melangkah keluar dari Kemah kemuliaan, dan mengumumkan kepada semua yang ada di langit dan semua yang ada di bumi: "Singkirkanlah cawan-cawan Surga dan semua air pemberi hidup yang ada di dalamnya, karena lihatlah umat Bahá telah memasuki tempat tinggal Kehadiran Ilahi yang penuh kebahagiaan dan meminum anggur perpaduan, dari mangkuk keindahan Tuhan mereka, Yang Maha Memiliki, Yang Maha Tinggi".

Lupakanlah alam ciptaan, wahai Pena, dan menghadaplah kepada wajah Tuhanmu, Tuhan segala nama. Kemudian hiasilah dunia ini dengan perhiasan- perhiasan anugerah-anugerah Tuhanmu, Raja hari-hari yang kekal. Karena Kami melihat keharuman Hari ini, di mana Ia yang menjadi Hasrat semua bangsa telah mencurahkan kegemilangan cahaya nama-nama-Nya yang maha luhur pada kerajaan-kerajaan yang gaib dan yang nyata dan meliputi mereka dengan kecemerlangan dari surya-surya anugerah-anugerah-Nya yang maha kasih, yaitu anugerah-anugerah yang tak seorang pun dapat menghitung kecuali Dia, Pelindung Yang Maha Kuasa dari seluruh ciptaan.

Janganlah memandang pada makhluk-makhluk Tuhan kecuali dengan mata kasih sayang dan rahmat, karena kekuasaan Kami yang kasih telah menembus semua yang diciptakan, dan rahmat Kami meliputi bumi dan langit. Inilah Hari di mana hamba-hamba Tuhan yang sejati mengambil bagian air perpaduan pemberi hidup, Hari di mana mereka yang dekat pada-Nya dapat minum dari sungai kekekalan yang mengalir perlahan-lahan dan mereka yang percaya pada keesaan-Nya dapat minum anggur Kehadiran-Nya, melalui pengakuan pada Dia yang menjadi Tujuan Tertinggi dan Terakhir dari segala sesuatu, yang dari dalam Diri-Nya Lidah Kebesaran dan Kemuliaan menyerukan: "Kerajaan adalah kepunyaan-Ku, Aku Sendirilah yang menjadi Penguasanya atas kehendak-Ku Sendiri".

Tariklah kalbu-kalbu manusia dengan panggilan Dia, Kekasih satu-satunya. Katakanlah: Inilah Suara Tuhan, jika engkau mau mendengarkan. Inilah Fajar Wahyu Tuhan, jika engkau mengetahuinya. Inilah Tempat Terbit Firman Tuhan, jika engkau mengenalnya. Inilah Sumber perintah Tuhan, jika engkau menimbangnya dengan adil. Inilah Rahasia yang nyata dan tersembunyi; jika engkau melihatnya. Wahai orang-orang di dunia! Singkirkanlah atas nama-Ku yang melebihi semua nama-nama, segala sesuatu yang engkau miliki dan selamkanlah dirimu dalam Samudera ini yang di dalamnya ter-sembunyi mutiara-mutiara ilmu dan ucapan, suatu samudera yang bergelombang atas nama-Ku, Yang Maha Pengasih. Demikianlah Perintah Dia Yang Memiliki Kitab Induk.

Sang Kekasih telah datang. Pada tangan kanan-Nya terletak Anggur nama-Nya yang tersegel. Berbahagialah bagi orang yang menghadap kepada-Nya dan meminum sepuas-puasnya dan berseru: "Pujian bagi-Mu, ya Pewahyu tanda-tanda Tuhan!" Demi keadilan Yang Maha Kuasa! Setiap sesuatu yang tersembunyi telah dinyatakan melalui kekuasaan kebenaran. Semua anugerah Tuhan telah diturunkan sebagai tanda rahmat-Nya. Air kehidupan kekal telah sepenuhnya dipersembahkan kepada manusia. Setiap cawan telah ditawarkan oleh Tangan Sang Kekasih. Mendekatlah dan janganlah menunggu-nunggu, meskipun untuk sesaat.

Diberkatilah mereka yang telah membubung dengan sayap keterlepasan dan mencapai ke-dudukan yang meliputi seluruh ciptaan, sebagaimana telah ditetapkan Tuhan, dan yang tidak dapat disesatkan dari Ajaran-Nya oleh khayalan sia-sia dari orang-orang pandai maupun bala tentara dunia. Siapakah di antaramu, wahai orang- orang, yang akan melepaskan dunia, dan mendekati Tuhan, Raja segala nama? Di manakah dapat ditemukannya, dia yang dengan kekuatan nama-Ku yang melebihi segala sesuatu yang diciptakan, akan

melemparkan apa-apa yang manusia miliki, dan dengan semua kekuasaannya, berpegang pada segala yang telah diperintahkan Tuhan, Yang Mengetahui, Yang Gaib dan Yang Nyata? Demikian-lah rahmat-Nya telah diturunkan kepada manusia, kesaksian-Nya telah dipenuhi, dan bukti-Nya telah bersinar di atas Cakrawala rahmat. Besarlah hadiahnya yang akan dimenangkan oleh dia yang telah beriman dan berseru: "Diluhurkanlah Engkau, ya Kekasih segala alam! Diperbesarlah nama-Mu, ya Engkau Hasrat setiap hati yang mengerti!"

Bergembiralah dengan kebahagiaan yang besar wahai umat Bahá, jika engkau mengingat Hari Raya yang maha Bahagia, Hari di mana Lidah Kepurbaan Hari-hari telah berbicara, ketika Ia keluar dari Rumah-Nya, menuju ke Tempat dari mana Ia men-curahkan kegemilangan-kegemilangan nama-Nya, Yang Maha Pengasih kepada seluruh ciptaan. Tuhan adalah saksi Kami. Jika Kami membuka rahasia-rahasia tersembunyi dari Hari itu, mereka semua yang tinggal di bumi dan di langit akan pingsan dan mati, kecuali mereka yang akan dipelihara oleh Tuhan, Yang Maha Kuasa, Yang Maha Tahu, Yang Maha Arif.

Demikianlah pengaruh mabuk dari firman-firman Tuhan terhadap Dia, Pewahyu bukti-bukti-Nya yang tak dapat diragukan, sehingga Pena-Nya tak dapat begerak lagi. Dengan firman-firman ini, Ia menutup Loh-Nya: "Tak ada Tuhan kecuali Aku, Yang Maha Tinggi, Yang Maha Kuat, Yang Maha Luhur, Yang Maha Tahu".

"Sesungguhnya segala yang diciptakan telah ditenggelamkan dalam lautan kemurnian pada hari pertama Ridwan, ketika Kami memancarkan ke seluruh ciptaan kegemilangan Nama-nama Kami yang terbaik dan sifat-sifat Kami yang terluhur. Sesungguhnya ini adalah tanda kasih-sayang-Ku, yang telah meliputi seluruh alam-alam. Maka bergaullah engkau dengan para pengikut semua agama, dan umumkanlah olehmu Agama Rabimu, Yang Maha Pengasih; inilah mahkota sesungguhnya dari segala perbuatan, seandainya engkau termasuk di antara mereka yang arif".

"Katakanlah: Hari Raya Terbesar, sesungguhnya adalah Raja semua Hari Raya. Ingatlah olehmu, wahai orang-orang, rahmat yang telah Allah berikan kepadamu. Engkau telah tenggelam dalam tidur, dan Ia membangunkan engkau dengan hembusan Wahyunya yang menghidupkan, serta menunjukkan kepadamu Jalan-Nya yang nyata dan lurus"

"Semua Perayaan telah mencapai kesempurnaannya dalam dua Hari Raya Terbesar dan dalam dua Hari Raya lainnya yang jatuh pada hari kembar. Hari Raya Terbesar yang pertama adalah hari-hari di mana Yang Maha Pengasih telah mencurahkan di atas seluruh ciptaan, kemuliaan yang cemerlang dari Nama-nama-Nya yang terbaik, dan sifat-sifat- Nya yang terluhur...

[Hari Raya Ridwan dan Pengumuman Hazrat Báb]

[Hari Lahir Hazrat Bahá’u’lláh dan Hari Lahir Hazrat Báb].

 


English  
ភាសាខ្មែរ  
አማርኛ.  
Afrikaans  
Alaska Native  
American Indian  
Azərbaycan  
Bahasa Indonesia  
Bahasa Malaysia  
Bidayuh  
Bosanski  
Canadian Indigenous  
Català  
Cebuano  
Česky  
Chamorro  
Chichewa  
Corsica  
Cymraeg  
Daga  
Dansk  
Deutsch  
Dzongkha  
Eesti  
Español  
Esperanto  
Euskara  
Fiji  
Filipino  
Føroyar  
Français  
Frysk  
Hausa  
Hawaiian  
Hiri Motu  
Hrvatski  
Irish  
Íslenska  
Italiano  
Kabyle  
Kalaallisut  
Kiribati  
Kiswahili  
Kreyol Ayisyen  
Kuanua  
Kube  
Latviešu  
Lëtzebuergesch  
Lietuvių  
Luganda  
Magyar  
Malagasy  
Malti  
Māori  
Marshallese  
Melpa  
Montenegrin  
Nalik  
Namibia  
Nederlands  
Norsk  
Papiamentu  
Polski  
Português (BR)  
România  
Sámi  
Samoan  
Sarawak  
Sesotho  
Shqip  
Slovenščina  
Slovensky  
Sranan Tongo  
Srpski српски  
Suomi  
Svenska  
Tetum  
Tiếng Việt  
Tok Pisin  
Tongan  
Türkçe  
Türkmençe  
Tuvalu  
Vanuatu  
ελληνικά  
Беларускі  
български  
Кыргыз  
Монгол хэл  
Русский  
Тоҷикӣ  
Україна  
հայերեն  
اُردُو  
العربية  
فارسی  
नेपाली  
मराठी  
हिंदी  
বাংলা  
ગુજરાતી  
ଓଡ଼ିଆ  
தமிழ்  
తెలుగు  
ಕನ್ನಡ  
മലയാളം  
ภาษาไทย  
ພາສາລາວ  
한국어  
日本語  
简体中文  
繁體中文  
Windows / Mac